R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

TINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SD MAHASISWA KESEJAHTERAAN SOSIAL FISIP USU BENTUK KELOMPOK BELAJAR DI KELURAHAN KAWALA BEKALA



Ruth Indah Triani Aruan (180902056) adalah seorang mahasiswa kesejahteraan sosial fisip usu yang sedang menjalankan praktik kerja lapangan (PKL) ke – 2 di SOS Children’s Village Medan,terhitung sejak tanggal 6 September 2021 hingga tanggal 6 Desember 2021. Selama menjalani praktikum Ruth dibimbing oleh supervisor sekolah yaitu ibu Wirdah Amalia,S.Sos, M.Kesos dan supervisor lapangan yaitu kak Beslita Simanjuntak yang merupakan educator FSP SOS Children’s Village Medan .

SOS Children’s Village medan adalah salah satu lembaga yang berfokus pada pemenuhan hak – hak anak, dimana salah satu program mereka adalah program penguatan keluarga. Melalui program ini SOS Childrens’s village hadir untuk mendampingi dan membina keluarga – keluarga yang rentan dalam hilangnya pemenuhan hak anak. Selama mengikuti pkl di lembaga ini praktikan ikut terlibat dalam beberapa kegiatan seperti pembinaan ibu – ibu tentang pentingnya pendidikan seksual terhadap anak, kegiatan home visit, dan kegiatan di children center.

Kwala berkala merupakan salah satu dari tiga desa binaan SOS Children’s Village Medan, dimana masyarakatnya banyak yang bekerja di sektor informal. Hal ini membuat para orangtua harus lebih bijak membagi waktunya untuk memperhatikan pendidikan anaknya yang dilakukan serba daring. Terlebih dalam proses pembelajaran serba daring ini rentan membuat anak – anak kehilangan minatnya untuk belajar. Melihat hal tersebut ruth selaku praktikan melakukan intervensi sosial kepada anak – anak kelas 4 – 6 SD yang berupaya untuk meningkatkan minat belajar mereka, dimana intervensi dlakukan oleh ruth selama 2 bulan.

Dalam melakukan intervensi Ruth menggunakan metode Groupwork oleh Zastrow secara General, dimana tahapannya adalah sebagai berikut :
  1. Intake dan Contract : Pada tahap ini Ruth melakukan pengenalan kepada adik – adik tersebut
  2. Assesment : Pada tahap ini Ruth melakukan pengenalan lebih jauh dan menggali permasalahan yang dialami oleh adik – adik tersebut yang mengakibatkan berkurangnya minat mereka dalam belajar. Dalam melakukan assesmet ruth menggunakan metode rod akas, dima metode ini merupakan metode yang di dapat dari pihak lembaga.
  3. Planning / Perencanaan : Pada tahap ini Ruth melakukan perencanaan tentang strategi yang dapat di terapkan dalam meningkatkan minat belajar adik – adik tersebut. Dalam melakukan perencanaan ruth menggunakan pendekatan direktif dimana ruth yang akan mengambil keputusan untuk strategi yang akan di terapkan.
  4. Intervensi dan Formulasi Program : dalam tahap ini Ruth melakukan motivasi dan edukasi terhadap adik – adik tersebut. Dimana salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan mengedukasi mereka tentang materi –materi yang dianggap mereka tidak menyenangkan atau sulit yang telah diketahui sebelumnya pada tahap assessment. Ruth juga tidak mau mengajarkan mereka tentang tugas yang diberi oleh sekolah karena hal tersebut akan dijadikan peluang oleh mereka untuk mengerjakan tugas dengan lebih mudah. Dalam mengedukasi Ruth juga menggunakan metode yang menarik perhatian anak- anak yaitu dengan membawa alat peraga seperti gambar contohnya, dan memberikan metode hapalan dengan lagu. Ruth juga sering melakukan kuis berhadiah tentang materi yang diajarkan untuk memotivasi mereka dalam mengulang pelajaran.
  5. Evaluasi : tahap ini dilakukan oleh Ruth dengan memberikan kuis tentang materi pelajaran untuk mengetahui bagaimana minat anak – anak ini dalam mengulang pelajaran mereka. Evaluasi dilakukan baik secara sumatif maupun formatif. Formatif dilakukan ketika kuis mingguan dan sumatif dilakukan ketika kuis keseluruhan materi yang di pelajari.
  6. Terminasi : pada tahap ini Ruth mengakhiri kontrak dengan memberikan motivasi dan dukungan kepada adik- adik tersebut untuk lebih berjuang dalam studinya.
Selama 3 bulan melakukan praktikum di SOS Children’s Village Medan , Ruth mendapatkan banyak proses pembelajaran dan pengalaman yang mungkin tidak akan didapatkannya di tempat lain. Terlebih para educator yang ada di SOS Children’s Village sangat mendukung kegiatan pkl ini dan dengan sabar membimbing praktikan dalam melakukan praktikumnya. Ruth berharap semangat dan minat belajar dari adik – adik SOS yang ada di kawala bekala semakin meningkat hingga kelak adik –adik ini akan menjadi orang yang sukses dan sejahtera di masa depannya.
Related Posts
Redaksi
Redaksi BerandaIDN.com

Related Posts

Posting Komentar