R27mUISKY8MAeCpFpAtsSpjGWGukfoZYVKEfkHA4

(Puisi)Tragedi Api. 2



Oleh : Riski Saradi
Bener meriah, 2021

Biarkan puisi yang kutulis ini menjadi saksi dari beberapa rentetan tragedi api
Di negeri tembuni
Menampung air mata yang tergenang di dalam sumur duka

Setelah sebulan menjalani bulan Ramadhan
Takbir berkumandang dari kota hingga pelosok desa
Seolah-olah menyampaikan berita bahwa kita sedang dirundung duka
Ini bukan tentang bupati mengundurkan diri
Tapi pemimpin negeri penghasil kopi dilarikan kerumah sakit akibat sakit yang ia alami

Belum habis dua puluh ayat dibacakan sebagai pengganti jimat
sang wakil langsung mendapat surat
Ia diberi mandat untuk memimpin segala sebab dan menanggung segala akibat

Negeri di atas awan julukan tanah ini
Didekap erat sinar mentari
Kemarau panjang melanda gersang seluruh hati
Hanya air mata yang menjelma hujan yang membasahi pipi disiang hari

Api membakar rumah tanpa berselang hari
Bara belum sepenuhnya padam
Regu pemadam sudah beranjak ke daerah lain lagi
Api menjilat dinding rumah di sana sini

Ijazah, surat tanah, pakaian hingga kendaraan, lenyap.
tersisakan luka, derita, kenangan dan kemiskinan.

Related Posts
Redaksi
Redaksi BerandaIDN.com

Related Posts

Posting Komentar